Aplikasi bernama “YO”

Aplikasi YO

K

ali ini saya akan share berita yang baru saja saya baca tentang aplikasi pesan instan yang baru bernama YO, berikut beritanya:

Aneh tapi nyata, inilah sebutan yang pantas untuk aplikasi pesan instan yang satu ini. Aplikasi bernama YO ini hanya bisa mengirim pesan tunggal yang berbunyi “yo”.
Ya, hanya itu. Tidak ada yang bisa dilakukan dengan YO, selain menambah teman dan mengirim pesan “yo”. Lantas apakah itu YO? YO hanyalah sebuah pemberitahuan (notifikasi) seperti “poke” di Facebook.
Terdengar aneh, tapi memang begitulah adanya. Menurut pembuatnya, Or Arbel, aplikasi YO menawarkan kesederhanaan pengiriman pesan. Dia lalu membandingkan aplikasi buatannya itu dengan aplikasi pengiriman pesan lainnya.
Menurut Arbel, orang harus melakukan 11 kali tap jika ingin mengirimkan “yo” melalui aplikasi WhatsApp. Tapi, dengan aplikasi buatannya, cukup lakukan 2 kali tap dan kata “yo” akan sampai ke ponsel penerima.

Ide dalam pembuatan aplikasi YO memang sangat sederhana. Sang pembuatnya pun menyusun kode pemrogtaman YO hanya dalam waktu delapan jam.
“Orang-orang berpikir itu hanya aplikasi yang mengatakan “yo”. Tapi bukan itu sebenarnya. Kami ingin menyebutnya pesan berbasis konteks, dimana Anda memahami konteks apa yang dikatakan.” ujar Arbel kepada The New York Times
Ia berpendapat arti kata “yo” akan dimengerti oleh dua orang atau lebih yang membicarakan topik serupa.
“Anda biasanya mengerti apa artinya “yo” berdasarkan kepada siapa Anda mengatakannya, dan dari siapa Anda mendapatkannya. Cara itu mempengaruhi hidup Anda.” tambahnya.

Aplikasi YO terintegrasi dengan daftar kontak pengguna. Selain itu, pengguna juga bisa menambahkan username lain untuk diikuti (follow). Pengguna cukup memilih salah satu username di YO dan mereka akan menerima notifikasi teks dan audio berupa “yo”.
Ingin mengucapkan “Selamat Pagi”? Cukup katakan “yo’. Mau bilang “Sayangku, aku sedang memikirkan kamu”? Cukup katakan “yo”. Ingin mengatakan “Saya telah selesai rapat”? Cukup katakan “yo”. Demikian tertulis dalam deskripsi aplikasi ini di Google Play Store dan iTunes App Store.
Terlepas dari kontroversi itu, aplikasi YO telah mendapatkan pendanaan dari para pemodal individu dan pemodal ventura yang dipimpin oleh Moshe Hogeg, CEO perusahaan aplikasi berbagi gambar Mobli. Di tahap awal ini, YO berhasil meraih pendanaan US$ 1 juta atau sekitar Rp. 12 Miliar. Para investor tersebut percaya YO bisa berkembang.
Arbel mengklaim, hingga kini aplikasi YO telah diunduh sebanyak 50 ribu kali dan lebih dari 4 juta pesan “yo” telah dikirim hanya dalam waktu tiga bulan sejak awal perilisan. Bahkan, aplikasi aneh ini langsung masuk ke daftar 10 aplikasi teratas di Apple App Store untuk wilayah Amerika Serikat.
Sayangnya, kesuksesan YO terganggu oleh sesuatu yang tidak menggembirakan. Seorang mahasiswa tiba-tiba menghubungi situs teknologi TechCrunch dan mengatakan kalau ia telah berhasil meretas aplikasi YO.
Mahasiswa tersebut juga mengaku bisa mengirimkan banyak spam dalam waktu bersamaan, dan hal ini berpotensi untuk membuat sebuah ponsel menjadi down alias tidak bisa diakses.
Setelah informasi dari mahasiswa tersebut, banyak pengakuan lain yang datang berkomentar mengenai tentang rendahnya keamanan aplikasi YO. Pihak YO kemudian menjawab bahwa hal itu memang benar, karena aplikasi mereka memang belum memiliki keamanan yang baik.
Mereka pun berjanji akan menyempurnakan sistem keamanan pada aplikasi YO di kemudian hari.

Itulah berita yang saya baca dari Portal Berita Online Inilah.com

About the Author

Komentar

  1. Ping-balik: Carrie Robaina
  2. Ping-balik: seo tools
  3. Ping-balik: Play Doh Stop Motion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *