Mengetahui Pajak Penghasilan (PPh) Bulanan Karyawan

Menghitung PPh21
Bagi sobat yang bekerja di sebuah perusahaan dan menerima upah atau gaji setiap bulan, pastinya sudah tidak asing dengan yang namanya Slip Gaji. Setiap bulan kita akan menerima yang namanya Slip Gaji, jika sobat tidak menerima silahkan tanyakan kepada atasan sobat. Pernahkah sobat memperhatikan rincian perhitungan upah/gaji tersebut? Yuk ambil lagi lembaran slip gaji tersebut dan kita perhatikan dengan seksama.

Taraaa, apakah sobat menemukan item “Pajak Penghasilan”? Jika Ya, silahkan lanjutkan membaca tulisan ini serta memperhatikan Slip Gaji Sobat (Sambil baca, sobat bisa praktek dengan data yang tertera di Slip Gaji sobat sendiri). Jika tidak, simpanlah kembali Slip Gaji Sobat dan lanjutkan membaca untuk sekedar tahu.

Item “Pajak Penghasilan” adalah potongan dari gaji yang sobat dapatkan. Pemotongan ini langsung dilakukan oleh bagian akuntan atau bendahara perusahaan. Lalu apakah besaran nominal pemotongan setiap karyawan sama? Tentu tidak. Nominal pemotongan untuk setiap karyawan akan berbeda karena banyak faktor yang mempengaruhi. Lantas bagaimana cara perhitungannya sehingga didapatkan nominal tersebut? Yuk Lanjut

Pajak Penghasilan Untuk Karyawan disebut PPh21

Oasis - Pemotongan/Pemungutan PPh

Sebelum kita lanjutkan kepersoalan perhitungan alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa itu potongan pajak penghasilan. Pajak yang dipotong dari penghasilan bulanan para karyawana disebut sebagai Pajak Penghasilan Pasal 21 atau biasa disingkat PPh21. Kenapa disebut PPh21? Karena berdasarkan Undang-undang Pajak Tahun 2008, mekanisme pemotongan pajak ini diatur dalam Pasal 21. Sehinggah disebutnya PPh21. Adapun mengenai tarifnya diatur dalam Undang-undang Pajak Tahun 2008 pasal 17. Rumusan perhitungan PPh21 ialah:

Penghasilan Bruto setahun dikurangi Pengurangan Penghasilan Bruto dikurangi Penghasilan Tidak kena Pajak (PTKP) sehingga didapat Penghasilan Kena Pajak (PKP). Dari PKP inilah dikenakan tarif pajak sesuai pasal 17 tadi.

Bingung? Sama,, heehhee

Faktor Perhitungan PPh21

Untuk melakukan perhitungan PPh21 banyak faktor yang harus sobat ketahui terlebih dahulu. Mengikuti rumusan perhitungan PPh21 di atas, hal yang harus sobat ketahui yaitu:

  • 1. Penghasilan Bruto Setahun.

    Penghasilan Bruto Setahun didapatkan dari jumlah penerimaan berupa gaji pokok, tunjangan-tunjangan, uang lembur, honor, bonus, hingga premi asuransi yang dibayar oleh perusahaan dikali 12. Untuk premi asuransi, sobat harus tahu nominal atau persentase premi tersebut. Jika menggunakan persentase, sobat juga harus tahu gaji bulanan yang diterapkan perusahaan untuk asuransi tersebut. Misalkan untuk Jamsostek atau sekarang disebut BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi 3 item yaitu Jaminan Hari Tua (JHT) yang dibayar oleh perusahaan sebesar 3,7%, Jaminan Kecelakaan Kerja(JKK) dibayar oleh perusahaan juga, sebesar 0,24% (tergantung kelompok, ini untuk kelompok 1), dan Jaminan Kematian(JK) sebesar 0,3% dibayar oleh perusahaan juga. Selain besaran persentase, sobat juga harus tahu gaji bulanan yang diterapkan oleh perusahaan untuk jamsostek tersebut. Apakah gaji sesuai UMR tahun ini atau tahun lalu?

  • Pajak Penghasilan

  • 2. Pengurangan Penghasilan Bruto

    Yang termasuk dalam Pengurangan Penghasilan Bruto ialah biaya jabatan sebesar 5% (Lima Persen) dari penghasilan Bruto, dan iuran dana pensiun atau tunjangan hari tua.

  • 3. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

    Ialah penghasilan yang tidak dikenakan pajak yang diatur dalam undang-undang. Untuk tahun 2013 hingga sekarang nominal PTKP ialah sebesar 24.300.000 untuk pribadi. Jadi jika kita berpenghasilan 24.300.000 dalam setahaun atau 2.025.000 dalam sebulan maka tidak dikenakan pajak. Itu untuk wanita dan laki-laki yang belum menikah. Bagaimana kalo yang sudak menikah? Untuk yang telah menikah PTKP ditambah 2.025.000, jika telah memiliki anak ditambah lagi 2.025.000 sesuai jumlah anak (Maksimal 3 anak).

  • 4. Tarif Pajak

    Untuk tarif pajak diatur dalam Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan Yaitu sebagai berikut:

    • Penghasilan s/d Rp.50 juta tarif pajak sebesar 5%
    • Penghasilan diatas 50 juta hingga 250 juta tarif pajak sebesar 15%
    • Penghasilan diatas 250 juta hingga 500 juta tarif pajak sebesar 25%
    • Penghasilan diatas 500 juta tarif pajak sebesar 30%
    • Tarif diatas diasumsikan bahwa sobat memiliki NPWP. Jika sobat belum memiliki NPWP maka tarif pajak lebih tinggi 20% dari tarif yang telah diterapkan diatas. Jadi untuk yang berpenghasilan hingga 50 juta, tarif pajaknya jika tidak memiliki NPWP adalah 6%.

      Memulai Perhitungan

      Menghitung Pajak Penghasilan

      Setelah kita mengetahui faktor-faktor perhitungan PPh21, kita coba dengan contoh perhitungan PPh21 untuk slip gaji yang saya miliki bulan Februari. Jika sobat ingin menggunakan Slip gaji sendiri, dipersilahkan biar sekalian praktek. Yuk kita mulai!

      Gaji Pokok Rp. 2.513.230,
      Tunjangan Transport sebesar Rp. 150.000,
      Tunjangan Jabatan sebesar Rp. 350.000,
      Lembur sebesar Rp.165.500
      Perusahaan mendaftarkan saya sebagai peserta Jamsostek dengan menerapkan gaji sesuai UMR tahun 2012 yaitu sebesar 1.492.000.
      Untuk PTKP, karena status pernikahan belum menikah sehingga menerapkan 1 item PTKP yaitu hanya untuk pribadi dan saya memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
      Berikut perhitungannya:

      Gaji Pokok 2.513.230  
      Tunjangan Transport 150.000  
      Tunjangan Jabatan 350.000  
      Premi JHT 3,7% X 1.492.000 55.204  
      Premi JKK 0,24% X 1.492.000 3.581  
      Premi JK 0,3% X 1.492.000 4.476  
      Uang Lembur 165.500  
      Jumlah Penghasilan Bruto Bulanan 3.241.991
      Total Penghasilan Bruto Setahun 12 X 3.241.991 38.903.890
       
      Pengurangan
      Biaya Jabatan 5% dari 38.903.890 1.945.194  
      Jamsostek (Setahun) 2% dari 1.492.000 X 12 358.080  
      Total Pengurangan 2.303.274
       
      Penghasilan Bersih Setahun 36.600.615
       
      PTKP
      Pribadi 24.300.000  
      Total PTKP 24.300.000
      PKP Penghasilan Bersih Setahun – Total PTKP 12.300.615
      PPh21 Tahunan 5% X 12.300.615 615.031
      PPh21 Bulanan 615.031 : 12 51.253

      Opsss…Selisih 499 perak, hehhehe hasil perhitungan 51.253 sementara di slip gaji tertera 50.754
      🙂 gak tau tuh yang 499 itu apanya yua,,hhhehe tapi biarlah gak lebih ini bayarnya hahhaa.

      Semoga bermanfaat!

      Contoh dan Formula Perhitungan PPh di laman ini telah usang. Silahkan kunjungi https://supriani.com/info/update-mengetahui-pajak-penghasilan-pph-bulanan-karyawan/ ini untuk yang terbaru

      Referensi
      -pajak.go.id
      -Oasis Pemotongan/pemungutan PPh Revisi 2013(Pdf)

About the Author

Komentar

  1. Maaf mengganggu bapak/ibu di tempat. Saya bertanya. Di perusahaan saya waktu itu semua karyawan di suruh tanda tangan di kertas warna hijau. Saya tanya ini surat apa. Atasan saya menjawab itu surat pajak karyawan. Sedikit saya baca. Yang saya perhatikan hanya selip gaji dan uang transport. Di kertas tersebut ada selip gaji saya dan uang transport. Saya kaget selip gaji saya yang di kertas tersebut tidak sesuai yang saya terima. Dan selama saya berkerja di perusahaan saya sampai sekarang ini saya tidak menerima uang transport. Sama sekali. Mohon pencerahaan nya terima kasih. Biar lebih jelas no tlp saya 085775090405

  2. hallo…
    mau tanyaa nii…
    misalnya gaji prbulan 4 juta bersih tanpa potongan..itu cara hitungnya gmna?
    dan jika telat membayar pajak tiap bulannya dikenakan sanksi brpa ya?thanks :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *