#KabarPandeglang: Bupati Irna Akui Petani Pandeglang Belum Sejahtera

#KabarPANDEGLANG – Dilansir dari Radar Banten, berikut penuturan Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang mengakui hingga saat ini petani di Kabupaten Pandeglang belum sejahtera. Hal itu, kata Irna, disebabkan belum optimalnya perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah. “Selama ini memang nasib petani belum jelas, karena perhatian pemerintah juga belum optimal. Makanya, gagasan yang disampaikan oleh para petani akan kami (Pemkab-red) tampung dan akan kami jadikan sebagai kebijakan,” katanya usai melantik DPC Tani Pandeglang di Pendopo Bupati, kemarin.

Bupati Irna Narulita bersama sejumlah pejabat memakan pisang hasil tani masyarakat usai pelantikan DPC Tani di Pendopo Pemkab Pandeglang, kemarin.


Hadir anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ahmad Subadri, Penjabat (Pj) Sekda Pemkab Pandeglang Fery Hasanudin, Pelaksana Harian (Plh) Dinas Pertanian (Distan) Wowon Dirman, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Cecep Juanda, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tata Nanjar Riyadi, serta sejumlah pejabat Pemkab lain.

Irna mengaku, hingga saat ini Pemkab terus melakukan upaya agar kesejahteraan para petani di Pandeglang terus membaik. Karenanya, kata Irna, semua pihak diharapkan bisa berpartisipasi untuk mewujudkan harapan tersebut. “Harus ada solusi juga untuk kesejahteraan para petani ini. Pemerintah harus menganggarkan untuk proses pembangunan di sektor pertanian yang cukup besar,” ungkap Irna.

Ke depan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) akan memberikan bantuan sebesar Rp. 100 miliar untuk benih, pupuk dan mengatasi permasalahan banjir. “Pemkab membutuhkan tim atau agen yang bergerak di bidang pertanian. Tujuannya, untuk mengoptimalkan semua lahan pertanian yang ada, demi kesejahteraan bersama. Kita butuh agen perubahan, karena selama ini sudah banyak lahan pertanian yang ditinggalkan lantaran beralih fungsi,” katanya seraya mengatakan, areal pertanian di Pandeglang minimal harus 54 ribu hektare.

Irna memastikan, dengan banyaknya lahan pertanian yang digarap secara optimal, kesejahteraan petani akan meningkat. “Kita (Kabupaten Pandeglang-red) adalah lumbung pangan untuk Provinsi Banten, karena menyuplai beras sebanyak 40 persen dan dua persen untuk nasional. Kita harapkan untuk tahun ini bisa lebih dari dua persen itu,” katanya.

Selain lahan yang memadai, lanjut Irna, upaya menjaga produksi pertanian adalah dengan mengoptimalkan sumber daya lokal. “Para pemuda yang berlatar belakang bergerak di bidang pertanian, Ibu (Irna menyebut dirinya-red) minta untuk kembali ke Pandeglang, agar bisa membuktikan bahwa Pandeglang bisa menjadi lumbung padi seperti tahun 1970, dimana saat itu petani sangat sejahtera dan Banten sebagai penyuplai beras terbesar,” katanya.

Anggota DPD RI Ahmad Subadri mengatakan, para petani tidak selalu diidentikkan dengan kelusuhan dan kekumuhan, karena saat ini kondisi petani lebih maju dan bisa membawa kemakmuran di suatu daerah. “Untuk itu pemuda tani ini harus bantu Bupati untuk memajukan pertanian di Pandeglang, karena banyak negara lain yang maju berkat pemuda,” katanya

Menurut Subadri, pertanian di Pandeglang memiliki potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, Pemkab diharapkan bisa mengelolanya dengan baik dan optimal, demi kemajuan Pandeglang. “Sayang sekali jika tidak dikelola dengan optimal, makanya pemuda tani sebagai garda terdepan dalam pertanian, diharapkan bisa memajukan Pandeglang. Jadi jangan hanya bergantung pada industri manufaktur saja,” katanya.

Source:Radar Banten

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *