Padahal Sebagian Besar Kertas Ini Berwarna Putih

Padahal sebagian kertas ini berwarna putih
Suatu hari seorang lelaki datang menghampiri seorang Ustadz untuk berkeluh kesah tentang kehidupannya serta minta pendapat pada sang Ustadz.

“Ustadz, terus terang, aku merasa hampa menjalani kehidupan ini. Tidak ada yang istimewa dan layak untuk aku syukuri. Sampai-sampai disaat tidurlah aku merasakan suatu kebahagiaan terindah.” keluh lelaki tersebut pada sang Ustadz.

“Aku selalu merasa tidak puas atas apa yang telah aku dapatkan. Istri, kekayaan, pekerjaan, kemampuan serta fisik yang aku miliki sepertinya tidak sesuai keinginan dan harapanku. Aku selalu merasa menjadi orang yang serba kekurangan di dunia ini.” lanjutnya.

“Terus?” Tanya Ustadz seraya tersenyum mendengarkan keluhan lelaki tersebut dengan maksud agar si lelaki melanjutkan keluh kesahnya.

“Aku selalu berusaha untuk mengubah keadaan, tapi semakin kuat aku berusaha semakin banyak kekecewaan yang aku terima” Lanjut si lelaki seraya menundukkan kepalanya.

“Ya…aku mengerti atas apa yang engkau alami, itu manusiawi. Bukan hanya engkau yang mengalami, akupun pernah dan pastinya orang lain juga.” kata ustadz sembari tersenyum.

“Sekarang aku akan ambil satu kertas putih kosong dan akan aku tunjukkan padamu” ucap Ustadz lalu mengambil secarik kertas di lemari kitab yang berada di belakangnya.

“Nah,,, sekarang engkau lihat kertas ini” Ustadz lalu meletakkan kertas tersebut di hadapan lelaki itu.
“Apa yang kau lihat?” tanya Ustadz
Padahal sebagian kertas ini berwarna putih

“Aku tidak melihat apa-apa…semuanya putih” jawab lelaki tersebut.
Sang Ustadz mengambil pena berwarna hitam kemudian membuat sebuah titik di tengah kertas tersebut. Lalu berkata “Nah,,,sekarang aku telah membuat sebuah titik hitam di atas kertas ini, sekarang apa yang engkau lihat?”

“Saya melihat sebuah titik hitam, Pak Ustadz,,”

“Coba pastikan lagi,,,” timpal Ustadz

“Titik hitam, Ustadz!” jawab lelaki tersebut dengan yakin.

“Sekarang aku tahu penyebab masalahmu. Kenapa engkau hanya melihat sebuah titik hitam saja dari kertas ini?” ucap ustadz sambil menunjuk kertas tadi.
“Cobalah ubah sudut pandangmu.” Lanjutnya
“Mengubah sudut pandang bagaimana, Ustadz?” Tanya lelaki itu penuh keheranan.
“Begini, menurutku, yang aku lihat bukan titik hitam tapi tetap sebuah kertas putih walau ada satu noda di dalamnya. Aku melihat lebih banyak warna putih dari kertas ini, sedangkan engkau hanya melihat hitamnya saja, padahal itu hanya setitik!” jawab ustadz menjelaskan.

“Sekarang mengertikah engkau? Dalam hidup, bahagia atau tidaknya hidup engkau itu tergantung dari sudut pandangmu dalam memandang hidup itu sendiri. Jika engkau selalu melihaty titik hitam tadi, yang bisa diartikan kekecewaan, kekurangan, dan keburukan dalam hidup, maka hal-hal itulah yang akan selalu hinggap dan menemani dalam hidupmu..” terang Ustadz sambil memandang wajah lelaki itu.

“Cobalah pahami, bukankah di sekelilingmu penuh dengan warna putih yang bisa diartikan begitu banyak anugerah yang telah diberikan oleh Allah kepada engkau. Engkau masih bisa melihat, mendengar, membaca, berjalan, fisik yang utuh dan sehat, anak yang lucu dan begitu banyak kebaikan dari istrimu dari pada kekurangannya, berapa banyak suami-suami yang kehilangan istrinya? Juga begitu banyak kebaikan dari pekerjaan engkau. Dilain sisi banyak orang yang amat menderita karena mencari pekerjaan. Begitu banyak orang yang lebih miskin bahkan lebih kekurangan dari pada engkau, kau masih memiliki rumah untuk berteduh, aset sebagai simpanan di hari tua, tabungan, asuransi, dan teman-teman yang baik, yang selalu mendukungmu. kenapa engkau selalu melihat sebuah titik hitam saja dalam hidup engkau?”

Betapa mudahnya melihat keburukan orang lain, padahal begitu banyak hal baik yang telah diberikan orang lain kepada kita…

Betapa mudahnya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan kita lupa kelemahan dan kekurangan diri kita…

Betapa mudahnya menyalahkan dan mengingkari-Nya atas kesusahan hidup, padahal begitu besar anugerah dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya dalam hidup kita…

Betapa mudahnya menyesali hidup sendiri padahal banyak kebahagiaan yang telah diciiptakan untuk kita dan menanti kita…

Padahal sebagian kertas ini berwarna putih

“Mengapa engkau hanya melihat satu titik hitam pada kertas ini? PADAHAL SEBAGIAN BESAR KERTAS INI BERWARNA PUTIH! Sekarang, mengertikah engkau?” Tanya Ustadz.

“Ya, saya mengerti. Benar, ini tetap kertas putih… Hanya saja ada titik hitam kecil di tengahnya” ucap lelaki itu.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dan manfaat dari kisah ini.
Aamiin

About the Author

Komentar

  1. Ping-balik: seo tools

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *