Selamat Ulang Tahun ke 18 Sheilaon7

Sheilaon7

H

ari ini, Selasa tanggal 6 Mei 2014, salah satu band legenda Indonesia yang juga merupakan band kesukaanku, Sheilaon7 tengah berulang tahun yang ke 18 tahun. Usia yang patut diperhitungkan dalam dunia musik. Sejenak terbayang beberapa tahun yang lalu dimana pertama kali tahu tentang Sheilaon7. Sekitar tahun 1996, waktu itu saya masih SD kelas 6 tapi suka nonton sinetron itupun numpang nonton di tetangga bareng anak-anak yang lain. Sinetron yang ditonton ialah serial Lupus di Indosiar, kalau pemerannya jangan ditanya, saya gak tau coz waktu itu gak pernah merhatiin siapa aja pemerannya yang penting ceritanya. Disetiap akhir episode diputar sebuah lagu sebagai theme song ending yang masih begitu asing pada awalnya dan semakin lama menjadi tahu bahkan hapal lagu tersebut. Setelah hapal lagunya saya menjadi penasaran siapa penyanyi lagu tersebut?. Lalu saya bertanya pada teman-teman, mungkin saja diantara mereka ada yang tahu. Dugaan saya benar, diantara teman yang saya tanyakan ada beberapa yang tahu dan jawaban mereka sama, yaitu Sheila on Tujuh (bukan seven hehee). Yups! mereka bilang seperti itu bahkan ada yang bilang seperti ini “Mun teu percaya deuleu bae mun anggeusan acarana aya tulisan nu jalan, tidinya aya ngaran judul jeung penyanyina” yang kurang lebih saya terjemahkan sebagai berikut “Kalo gak percaya liat aja kalo udahan acaranya, ada tulisan yang jalan disitu ada nama judul dan penyanyinya”. Setelah mendengar seperti itu, malam itu juga saya mau liat tulisan yang dimaksud. Biasanya setelah sinetron bersambung, saya langsung ikuit bubar bersama anak-anak yang lain, tapi tidak pada malam itu. Saya penasaran ingin tahu dengan pasti judul lagu dan penyanyinya. Dengan perlahan saya ikuti pergerakan teks yang berjalan ke atas tersebut (apalah itu namanya, lupa saya hehee), saya perhatikan kalimat demi kalimat dan akhirnya ketemulah kalimat:

Judul Lagu : Kita
Penyanyi : Sheila on 7 (waktu itu bacanya sheila on tujuh ngikutin teman hahaa)

Sejak saat itu saya selalu mengingat nama sheila on tujuh dan mencari tahu tentang sheila on tujuh. Sayang waktu itu masih belum banyak yang tahu tentang sheila on tujuh. Jangankan Internet yang sekarang menjadi salah satu sumber informasi, hp monoponic saja masih terbilang mewah pada saat itu. Sumber informasi hanya dari radio dan tv. Jadi sangat susah untuk mendapatkan informasi sehingga yang saya tahu hanya satu lagu dari Sheila on Tujuh yaitu “Kita”

Disaat kita bersama
Diwaktu kita tertawa
Menangis merenung oleh cinta

itulah penggalan lirik lagu “Kita” yang selalu saya nyanyikan.
Album Sheilaon7

Pada waktu itu saya berpikir bahwa Sheila on Tujuh (Nyebutnya masih tujuh belum seven) berjumlah 7(tujuh) orang karena menggunakan angka 7 yang biasanya nama sebuah band mengikuti jumlah aggota atau personel band tersebut. Hingga pada Tahun 2000 atau 2001 (Saya lupa tepatnya) baru saya tahu bahwa ternyata anggapan saya tersebut salah. Pertama kali tahu yaitu waktu berangkat sekolah (waktu itu sudah masuk SMP kelas 1) berjalan dengan salah satu teman sekaligus kakak kelas yang memakai jaket warna merah yang bagian belakangnya tertulis Sheila on 7 diikuti oleh gambar 5 orang. Saya pun bertanya “Kok limaan (Kok berlima)?” bukannya dijawab, teman saya malah balik nanya “Emangna kudu sabaraha(emangnya mesti berapa)?”
“Kan angkana tujuh (Kan angkanya tujuh)?” tanya saya lagi penasaran.
“Sheila on seven dimana-mana lima urang lain tujuh, tujuh mah ngaran band wungkul dibacana seven (Sheila on Seven dimana-mana lima orang bukan tujuh, kalo tujuh itu cuma nama band, dibacanya seven).” begitulah kira-kira penjelasan temen saya.

Dari situ saya mulai tahu bahwa Sheila on seven (baru pake seven bukan tujuh lagi hehehee) berjumlah lima orang. Dan waktu itu ramailah orang-orang disekitar saya membicarakan tentang Sheilaon7, karena waktu itu sedang boomingnya lagu Sephia dan Sahabat Sejati. Setiap hari selalu terdengar lagu-lagu Sheilaon7, di rumah, sekolah, di jalan, bahkan pada waktu main kerumah teman, Sheilaon7 yang terdengar. Membuat saya semakin kagum dan penasaran tentang Sheilaon7.

Album Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Seiringnya waktu, setelah masa “Kisah Klasik” berlalu perlahan mulai tak terdengar gaung Sheilaon7. Kurangnya akses informasi membuat saya kehilangan tentang Sheilaon7. Pada saat itu saya belum memilki satu kaset pun dari Sheilaon7 yang original. Saya hanya memiliki satu kaset yang isinya lagu Sheilaon7 di album ke-2, itupun hasil rekaman dari kaset milik teman. Hanya itu yang saya dengarkan. Saya tidak tahu album yang lain, bahkan untuk mencari album yang pertama begitu sulit. Hingga pada tahun 2004, waktu itu sekitar kelas 2 SMA. Pada saat itu lagi booming-boomingnya lagu-lagu band baru terutama Peterpan. Semenjak masuk SMA saya baru bisa beli kaset sendiri dengan cara mmenyisihkan uang jajan, saat itu saya beli kaset Peterpan dan tidak terpikir untuk membeli kaset Sheila0n7. Tapi ketika saya bawa kaset tersebut ke sekolah, saya juga gak tahu maksudnya apa dibawa kesekolah kaset Peterpan tersebut. Saya melihat seorang teman yang juga membawa kaset dengan caver berwarna cokelat dan gambarnya ayam jago. Ketika saya lihat ternyata itu kaset Sheilaon7 album “Pejantan tangguh”. Teman saya pun melihat saya membawa kaset Peterpan yang memang sedang booming pada saat itu. Entah siapa yang mulai akhirnya kami berdua jadi tukeran kaset tersebut. Dia pengen kaset Peterpan, saya pun ingin kaset Sheilaon7 terjadilah barter simbiosis mutualisme.

Album 07 Des

Akhirnya saya memiliki kaset Sheilaon7 juga yang original. Hari-hari selalu diiringi lagu Sheilaon7 album Pejantan Tangguh. Lagu pertama dan kedua, “Pejantan Tangguh” dan “Itu Aku” memang sudah tak asing lagi karena lagu tersebut menjadi theme song sebuah sinetron, entah itu sinetron apa, saya lupa. Lagu yang paling saya suka di Album ini ialah lagu “Pemuja Rahasia” pokoknya suka banget dengan lagu ini. Setelah memiliki kaset album “Pejantan Tangguh”, akhirnya saya memutuskan untuk mengumpulkan kaset-kaset Sheilaon7 album-album sebelumnya. Setiap hari saya menyisihkan uang jajan untuk membeli kaset-kaset tersebut. Setelah terkumpul saya beli satu per satu, yang pertama saya beli waktu itu album “30 Hari Mencari Cinta” yang merupakan Soundtrack dari film dengan judul yang sama. “Berhenti Berharap” sebuah lagu yang begitu menginspirasi saya untuk membuat sebuah cerita pendek. “07 Des” akhirnya menjadi buruan saya selanjutnya. Inilah album paling romantis yang pernah saya dengar. Lagu yang tak asing lagi di album ini ialah lagu “Seberapa Pantas” dan “Buat Aku Tersenyum” karena merupakan Song theme sebuah sinetron. Lagu “Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah” pun sebenarnya tak asing lagi di telinga saya, karena saya pernah membeli sebuah kaset produk Sony dengan judul “Broken Heart”. Saya beli kaset ini karena waktu itu mencari lagu “Kisah Sedih” yang dibawakan oleh Marshanda.Album Ost 30 Hari Mencari Cinta Setelah “07 Des”, saya pun mencari album sebelumnya yaitu album yang mengangkat nama Sheilaon7, “Kisah Klasik Untuk Masa Depan”. Ada yang aneh dari kaset album ini, dimana letak keanehannya? Saya beli kaset album ini sampe berulang kali, mungkin bisa sampe 7 kali tapi sampe sekarang satu pun nggak ada itu kaset. Pertama beli, ada seorang teman yang main ke rumah lalu meminjam kaset tersebut dan sampe sekarang gak tau kemana tuh kaset, hingga akhirnya beli lagi sam pe saya lulus SMA itu kaset nggak ada juga. Kemudian hijrah ke Jakarta dan beli kaset itu lagi sama juga nggak ada. Beberapa minggu yang lalu saya pulang ke kampung halaman, kemudian saya periksa laci tempat kaset-kaset tersebut setelah saya periksa, benar-benar tidak ada kaset tersebut, bahakan album “Berlayar” dalam bentuk CD Original-pun lenyap cuma ada kaset-kaset lama. Balik lagi ke cerita awal, setelah saya beli kaset album “Kisah Klasik Untuk Masa depan”, saya pun mencari kaset album pertama dari Sheilaon7. Album ini yang amat susah dicari, selain belum tahu lagu-lagu yang lainnya, karena saya cuma tahu lagu “Kita”. Saya pun belum pernah melihat covernya kayak gimana? Hingga suatu hari pada saat main ke rumah teman, saya menemukan sebuah cover kaset warna hijau. Taraaaa itulah cover kaset Sheilaon7 album pertama. Akhirnya saya pun berburu kembali mencari kaset tersebut tapi… lumayan susah pada saat itu. Hingga akhirnya saya diajak oleh teman ke sebuah toko kaset yang memang menyediakan lagu-lagu jadul dan akhirnya… Alhamdulillah dapet juga kaset tersebut. Pada saat itu terasa bahagia banget bisa mengumpulkan album-album Sheilaon7. Terasa lengkap hidup ini. Sampe akhirnya harus hilang salah-satu.

Album Pejantan Tangguh

Setelah album “Pejantan Tangguh” saya dapat kabar bahwa Anton selaku Drummer Sheilaon7 akan hengkang, entah alasannya apa saya belum tahu waktu itu. Pada tahun 2005, Sheilaon7 akan mengeluarkan album baru. Info ini saya tahu dari sebuah majalah remaja yang saya beli pada saat itu. Langsung saya mengumpulkan uang untuk membelinya dan Alhamduillah kaset tersebut saya dapatkan dengan mudah. “Jalan Terus” itulah Album baru Sheilaon7 di tahun 2005. Merupakan album Best of The Best. Lagu yang paling saya suka di album ini ialah “Bertahan Di Sana”. Setelah saya perhatikan Cover kaset tersebut, ternyata benar tidak ada nama Anton dalam album tersebut. Posisi Drummer diisi oleh Additional Player yakni Brian. Memang pada album tersebut terasa banget perbedaan tabuhan Drum-nya dengan album-album sebelumnya. Setelah Anton keluar, kabar mengenai hengkangnya Sakti selaku Sang Gitaris-pun berhembus.

Album The Very Best of Sheilaon7 jalan Terus
Album 507

Pada Tahun 2006, waktu itu kelas 3 SMA serta mendekati Piala Dunia 2006, saya dapat informasi bahwa ada salah-satu lagu Sheilaon7 yang masuk kedalam album OST Piala Dunia 2006, tapi saya belum tahu lagu yang mana. Hingga akhirnya pada saat saya ke Jakarta menemui Orang tua disana. Jadi, saya sekolah di Pandeglang, tinggal bersama Nenek, sementara Orang tua saya berada di Jakarta. Nah pada saat itulah, kebetulan saya di Jakarta sekalian nyari kaset Sheilaon7 yang baru itu yang katanya salah-satu lagunya masuk dalam album Piala Dunia. Saya mengunjungi salah-satu Toko Kaset, kemudian nyari album yang dimaksud tapi yang saya temukan malahan album “Piala Dunia”-nya bukan album Sheilaon7. Hingga beberapa saat akhirnya nemu juga tuh album. “507” begitu nama album tersebut. Setelah saya bandingkan dengan album “Piala Dunia” ternyata memang benar ada lagu yang sama di dua kaset tersebut, yaitu lagu “Pemenang”. Tapi, saya sempat merasa aneh. Kenapa tidak ada nama Sakti disana? Ternyata kabar mengenai hengkangnya Sakti itu pun menjadi nyata. Tapi ada satu kenangan dari Sakti di album ini, yaitu sebuah lagu yang diciptakannya, “Cahaya Terang”. Kabar yang saya dapat waktu itu alasan Sakti keluar dari Sheilaon7 yakni akan memperdalam ilmu agama Islam dengan belajar ke Pakistan, itu yang saya tahu. Di album ini juga, posisi Brian yang awalnya sebagai additional player telah resmi menjadi personel Sheilaon7 menggantikan posisi Anton.

Album Menentukan Arah

Lulus dari SMA tahun 2006 saya langsung Hijrah ke Jakarta, tahun 2008 Sheilaon7 mengeluarkan album baru tapi saya tidak tahu judulnya. Lagu-lagunya sendiri saya tahu dari RBT seperti “Ibu Linda”, “Lia Lia Lia”, “Alasanku” tapi saya belum tahu judul albumnya apaan. Kaset album yang saya beli pada saat itu hanya album “Kisah Klasik Untuk Masa Depan” untuk melengkapi koleksi album Sheilaon7 yang pada akhirnya hilang juga. Tahun 2010 saya kembali hijrah yaitu ke daerah Cikarang, Bekasi. Disini perkembangan informasi Sheilaon7 benar-benar saya ikuti. Tapi, sekalipun saya belum pernah ikut berkumpul dengan para SheilaGank yang lain apalagi bertemu dengan Personel Sheilaon7. Sekitar Tahun 2010 saya baru bisa membeli kaset Sheilaon7 yang dirilis pada Tahun 2008. “Menentukan Arah” itulah judul albumnya, Alhamdulillah sampai saat ini masih ada. Lagu yang paling saya suka dari album ini ialah “Jalan Keluar” . Setelah semua album terkumpul, saya pun mencari lagu-lagu Sheilaon7 di album-album yang lain, seperti album kompilasi. Terutama lagu “Bunga Di Tepi Jalan” yang dinyanyikan Duta. Setelah buka situs wikipedia.org, ternyata lagu tersebut ada dalam album “Salute to Koes Plus/Koes Bersaudara”. Juga ada lagu “Panggung Sandiwara” dalam album “Tribute to Ian Antono” serta dalam album “Kita Untuk Mereka” yang merupakan album ungkapan belasungkawa atas peristiwa Tsunami Aceh 2004, Sheilaon7 menyanyikan lagu “Ulurkan Tangan”.

Album Berlayar

Tahun 2011 keluarnya album “Berlayar”, sekitar bulan Maret 2011 saya bisa mendapatkan album ini dalam bentuk CD Original. Tadinya mau dalam bentuk kaset, tapi setelah dipertimbangkan, seklai-kali lah beli dalam bentuk CD kalo kaset kan udah banyak. Info album “Berlayar” saya dapatkan dari Twitter Sheilaon7, namun sayang pada tahap pertama diluncurkan saya gak kebagian hingga akhirnya harus nunggu pada tahap kedua. Alhamdulillah akhirnya dapat juga pada Bulan Maret. Saya beli di Lippo Cikarang. Lagu yang saya paling saya suka dari album ini ialah “Pasti Ku Bisa”. Sekarang keberadaan CD “Berlayar” sendiri saya kurang tahu, terkahir beberapa minggu kemarin pada saat pulkam, saya tidak melihatnya. Entah kemana tuh CD padahal disimpan dalam laci. Yah mudah-mudahan saya bisa melengkapi semua album Sheilaon7 lagi. Dan kabarnya tahun ini akan rilis album baru. Mau atau udah? saya belum tahu. Harapan saya semoga di Ulang Tahunnya yang ke 18 ini, Sheilaon7 tetap eksis berkarya, lebih maju, lebih kompak, solid, kalo bisa Mas Sakti kembali ke pangkuan Sheilaon7. Terima kasih buat Mas Duta, Mas Adam, Mas Eross, dan Mas Brian tidak lupa buat Mas Sakti serta Mas Anton. Semoga Sehat dan Sukses Selalu.

Sheilaon7
Selamat Ulang Tahun Sheilaon7
Tetap Membanggakan Indonesia

Source Image:
Koleksi Pribadi
http://www.Sheilaon7

About the Author

Komentar

  1. Ping-balik: agen judi slot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *